Javascript menggunakan logika percabangan seperti halnya ” jika Anda memiliki uang Rp. 10.000, Anda dapat makan diwarung; jika Anda memiliki Rp. 100.000, Anda dapat makan di HokBen; jika anda memiliki Rp.500.000, Anda bisa makan prasmanan… jika Anda tidak memiliki uang sama sekali, Anda bisa makan di rumah! “. Javascript juga menyediakan bentuk prcabangan yang lain, konstruksi if/else if. Konstruksi ini menyediakan sebuah struktur pembuatan keputusan banyak arah.
format:
if(kondisi){
statemen(atau statemen - statemen);
}
else if (kondisi) {
statemen (atau statemen - statemen);
}
else if (kondisi){
statemen(atau statemen - statemen);
}
else {
statemen(atau statemen - statemen);
}
Jika ekspresi kondisional pertama yang ada setelah katakunci if bernilai true, maka statemen atau blok statemen yang terletak setelah ekspresi tersebut akan dieksekusi dan kendali program beralih ke statemen setelah blok else terakhir. sebaliknya, jika ekspresi kondisional pertama yang ada setelah katakunci if bernilai false, maka kendali program akan beralih ke else if pertama dan ekspresi yang mengikutinya akan dievaluasi. jika ekspresi tersebut bernilai true, maka statemen atau blok statemen yang mengikutinya akan dieksekusi, dan jika bernilai false, kendali program akan berlaih ke else if selanjutnya. semua else if diuji dan jika tidak ada satupun ekspresi kondisionalnya bernilai true, maka kendali program beralih kestatemen else. Meskipun else tidak harus ada, biasanya ia berperan sebagai aksi default semua kondisi bernilai false.
Sebagai contoh saya akan memberiakan contohnya di bawah ini:
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Kendali Aliran Kondisional</title>
</head>
<body>
<h2>
<script type="text/javascript">
var usia = eval(prompt("berapa usia Anda? ", ""));
if (usia > 0 && usia <= 12) {
alert("Anda membayar biaya kategori anak.");
}else if(usia > 12 && usia < 60){
alert("Anda membayar normal.");
}else{
alert("Anda membayar biaya murah");
}
</script>
</h2>
</body>
</html>
Oke cukup mudah bukan semoga bermanfaat.