Salah satu pesaing berat AngularJS yaitu ReactJS , dimana framework javascript ini sangat memiliki fungsi powerfull. apakah kalian pernah bermain facebook ? berapa orang yang online facebook secara bersamaan , jutaan kah ? miliaran kah ? tetapi facebook tidak pernah Down dari segi speed. karena facebook menggunakan React JS.

React adalah pustaka JavaScript untuk membuat antarmuka kelas atas. React sendiri selain memang dibangun langsung oleh Facebook, juga telah digunakan secara live pada antarmuka Facebook dan Instagram. Jika dilihat dari arsitektur pengimplementasian antarmuka pengguna, maka React dapat dikatakan sebagai komponen V dalam MVC.

React Memiliki Sifat Deklaratif

Ketika ada data yang berubah, Reach secara konseptual akan menekan tombol “refresh”, dan dia tau bagian yang harus diperbaharui hanya bagian yang datanya mengalami perubahan.

Membuat Komponen Composable dengan Mudah

Menggunakan React adalah tentang bagaimana kita membuat komponen yang dapat digunakan berulang kali. Faktanya, dengan React hal yang kita lakukan hanyalah membuat komponen-komponen. Dan karena komponen-komponen tersebut bersifat sangat terbungkus (encapsulated), maka komponen-komponen yang telah dibuat tersebut, menjadikan penggunaan kode yang ditulis sekali namun dapat digunakan berulang kali, kemudian pengujian, hingga pemisahan bagian-bagian program menjadi sangat mudah.

Mau Menggunakan React ? Luangkan Waktu Lima Menit Untuknya

React memberikan tantangan pada banyak pandangan konvensional, dan pada pandangan pertama beberapa dari ide dan konsepnya mungkin terlihat gila. karena ide ide gila itu telah dibuktikan oleh terciptanya ribuan komponen, baik didalam maupun diluar Facebook dan Instagram.