Setelah ramai membahas vibe coding, aku jadi penasaran dengan satu hal. Sebenarnya AI itu paling sering menghasilkan kode menggunakan bahasa pemrograman apa ya? Soalnya, dari video yang aku lihat, banyak orang bisa membuat website, aplikasi, sampai game hanya dengan memberikan prompt.

Ternyata, meski AI bisa menghasilkan banyak jenis bahasa pemrograman, ada beberapa yang memang paling sering digunakan karena fleksibel dan didukung oleh hampir semua AI coding assistant.

1. JavaScript

Menurutku, JavaScript adalah bahasa yang paling sering muncul saat orang melakukan vibe coding.

Alasannya sederhana. JavaScript bisa digunakan untuk membuat tampilan website sekaligus bagian belakang atau backend menggunakan Node.js. Jadi, satu bahasa pemrograman saja sudah cukup untuk membangun aplikasi secara lengkap.

Tidak heran kalau banyak contoh proyek AI menggunakan JavaScript.

2. Python

Python juga sangat populer karena sintaksnya sederhana dan mudah dipahami.

Bahasa ini sering digunakan untuk membuat aplikasi berbasis AI, otomatisasi pekerjaan, analisis data, hingga backend website. Banyak orang memilih Python karena hasil kode dari AI juga cenderung lebih mudah dibaca.

3. HTML dan CSS

Meski bukan bahasa pemrograman murni, HTML dan CSS hampir selalu digunakan saat membuat website.

HTML berfungsi menyusun struktur halaman, sedangkan CSS mengatur tampilan seperti warna, ukuran tulisan, dan posisi elemen. Saat meminta AI membuat halaman web, biasanya ketiga teknologi ini akan muncul bersamaan, yaitu HTML, CSS, dan JavaScript.

4. PHP

Walaupun usianya sudah cukup lama, PHP masih banyak digunakan, terutama pada website berbasis WordPress.

Kalau meminta AI membuat plugin WordPress, tema, atau fitur khusus di WordPress, biasanya AI akan menghasilkan kode PHP atau membuatnya dengan framework PHP seperti Laravel atau yang lainnya.

Apakah Harus Bisa Coding?

Menurutku, vibe coding memang membuat proses membuat aplikasi menjadi jauh lebih mudah. Tapi, bukan berarti kita tidak perlu belajar dasar pemrograman sama sekali.

Dengan memahami konsep dasar coding, kita jadi lebih mudah membaca kode yang dibuat AI, mencari letak kesalahan saat terjadi error, dan memastikan aplikasi yang dibuat benar-benar aman digunakan.

AI memang bisa membantu menulis kode dengan cepat. Tapi, orang yang memahami dasar pemrograman tetap punya keuntungan dan nilai plus karena tahu apa yang sedang dikerjakan.

Nah, kalau kamu tertarik belajar membuat website atau aplikasi dari nol, DUMET School juga menyediakan kursus Fullstack Developer. Materinya mencakup HTML, CSS, JavaScript, PHP, hingga pengembangan website secara lengkap, sehingga kamu tidak hanya mengandalkan AI, tapi juga memahami cara kerja kode yang dihasilkan.

Segera hubungi kami untuk informasi yang lebih lengkap ya! Sampai jumpa di artikel yang selanjutnya 🙂