Coba deh ingat-ingat, kapan terakhir kali buka website dan langsung merasa bingung harus ngapain aja? Ada kalanya kita tidak melihat tombol yang jelas, tidak ada arahannya, isinya membuat kita tertarik tapi kita tidak tahu harus kemana lagi. Akhirnya tab ditutup begitu saja.
Nah, inilah hal yang akan terjadi ketika sebuah website tidak punya Call to Action yang baik.
Apa Itu Call to Action?
Call to Action, atau yang sering disingkat CTA, adalah elemen di dalam website yang mendorong pengunjung untuk melakukan sesuatu. Bisa berupa tombol “Beli Sekarang”, “Daftar Gratis”, “Hubungi Kami”, atau bahkan sekadar “Pelajari Lebih Lanjut”.
Fungsinya sederhana tapi ternyata penting, yaitu untuk mengarahkan pengunjung ke langkah berikutnya. Tanpa CTA, pengunjung dibiarkan menebak sendiri apa yang seharusnya mereka lakukan setelah membaca isi halaman.
Apa Hubungannya dengan Web Design?
Di sinilah peran web design mulai berjalan. CTA bukan hanya sekadar teks yang ditulis di tombol. Tapi, bagaimana cara tombol itu dirancang, ditempatkan, dan ditampilkan secara visual, punya pengaruh besar terhadap apakah pengunjung akan mengkliknya atau tidak.
Ada beberapa prinsip desain yang menentukan seberapa efektifnya sebuah CTA:
1. Warna dan kontras
Tombol CTA harus mudah terlihat sejak pertama kali mata mendarat di halaman. Warna yang kontras dengan latar belakang akan membuat tombol tidak tenggelam di antara elemen lain. Banyak brand besar menggunakan warna cerah seperti oranye atau hijau karena alasan ini.
2. Ukuran dan posisi
CTA yang terlalu kecil mudah terlewat. Posisinya juga penting. Idealnya ditempatkan di area yang pengunjung pasti akan melihatnya, seperti bagian atas halaman sebelum pengguna perlu scroll, atau tepat setelah penjelasan yang meyakinkan.
3. Teks yang spesifik
“Klik di sini” jauh kurang efektif dibanding “Mulai Uji Coba Gratis” atau “Dapatkan Penawaran Sekarang”. Teks yang spesifik dapat memberi tahu pengunjung dengan jelas apa yang akan mereka dapatkan setelah mengklik.
4. Ruang kosong di sekitarnya
Biasanya desainer menyebut ini sebagai white space. CTA yang dikelilingi ruang kosong yang cukup, akan lebih menonjol dan tidak terasa sesak di antara elemen lain di halaman.
Satu Halaman, Satu Tujuan Utama
Salah satu kesalahan yang cukup umum dalam web design adalah memasang terlalu banyak CTA sekaligus dalam satu halaman. Akibatnya pengunjung justru bingung harus memilih yang mana dan akhirnya tidak mengklik satu pun.
Prinsip dasarnya adalah setiap halaman sebaiknya punya satu tujuan utama. Dari tujuan itu, CTA dirancang untuk mendukung satu aksi yang paling penting. CTA pendukung boleh ada, tapi harus secara visual lebih rendah prioritasnya dibanding CTA utama.
Desain yang Bagus Bukan Sekadar Estetika
CTA adalah bukti bahwa desain website yang baik bukan hanya soal tampilan yang indah. Desain yang efektif adalah desain yang membawa pengunjung melakukan aksi yang diinginkan, entah itu membeli, mendaftar, atau menghubungi.
Memahami prinsip ini adalah bagian penting dari ilmu web design yang sesungguhnya. Buat kamu yang ingin belajar lebih dalam soal bagaimana cara merancang website yang tidak hanya cantik tapi juga fungsional dan bermanfaat, DUMET School punya kursus Web Design yang materinya dirancang praktis dan langsung bisa diterapkan, bahkan untuk pemula sekalipun.