Aku masih ingat saat pertama kali membuat desain website saat masih sekolah. Jujur saja, aku pikir yang penting itu desainnya bagus dan rapi. Tapi, ternyata setelah belajar lebih jauh di dunia kerja, ternyata desain web ga bisa asal bagus saja. Tapi, harus sesuai dengan branding, karena kalau ga nyambung, audiens bisa merasa bingung, bahkan ngerasa tidak yakin dengan bisnis kita.
Branding itu bukan hanya soal logo atau warna utama, tapi tentang bagaimana sebuah brand ingin dipersepsikan. Dan desain web adalah salah satu media paling kuat untuk menyampaikan kesan itu.
Berikut ini beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan saat menyesuaikan desain web dengan branding:
1. Pahami Dulu Brand-Nya
Sebelum mulai buka file design atau coding, kamu harus tahu dulu identitas brand-nya seperti apa.
-
Apa visi dan misi brand ini?
-
Ingin terlihat profesional, ramah, atau kreatif?
-
Siapa target audiens utamanya?
Ini akan jadi acuan untuk semua elemen desain, mulai dari warna, font, hingga tata letak halaman.
Misalnya, brand skincare premium tentunya akan sangat berbeda tampilannya dengan brand makanan ringan untuk anak-anak muda. Yang satu butuh kesan elegan, bersih, dan tenang. Yang satunya harus ceria, penuh warna, dan interaktif.
2. Gunakan Warna dan Tipografi yang Konsisten
Brand biasanya sudah punya panduan warna dan tipografi. Pastikan kamu mengikuti itu di setiap halaman web.
Kalau belum ada panduannya, kamu bisa bantu tentukan dari karakter brand-nya. Misalnya:
-
Brand yang fun cocok pakai warna-warna cerah dan font yang lebih playful
-
Brand profesional lebih cocok pakai warna netral dan font yang clean, seperti sans-serif
Dan perlu diingat! Jangan ganti-ganti gaya di setiap halaman, karena konsistensi inilah yang membuat brand terasa lebih kuat dan mudah diingat.
3. Desain Sesuai Tujuan
Brand yang memiliki tujuan konversi cepat (seperti jualan) biasanya butuh elemen yang to the point: tombol Call to Action (CTA) yang jelas, tata letak simpel, dan fokus ke produk. Tapi kalau brand-nya lebih fokus ke edukasi atau awareness, kontennya bisa lebih panjang, dengan desain yang lebih bercerita.
Jadi jangan hanya fokus di visual, tapi pikirkan juga bagaimana desain itu bisa mendukung tujuan brand secara keseluruhan.
4. Optimalkan Pengalaman Pengguna (UX)
Desain yang sesuai branding bukan hanya soal tampilan, tapi juga soal user experience. Kalau brand kamu ingin terlihat “mudah dan praktis”, maka desain website-nya pun harus mudah dinavigasi. Jangan membuat visitor website bingung saat mencari tombol, apalagi harus scroll panjang untuk mencari informasi penting.
Kesimpulan
Desain website yang bagus bukan yang paling keren atau paling ramai, tapi yang paling sesuai dengan karakter brand. Semakin selaras desain dengan branding, maka semakin kuat juga pesan yang ingin disampaikan ke audiens.
Kalau kamu tertarik belajar membuat web dari nol sampai bisa membuat desain yang selaras dengan brand, yuk daftar kursus Frontend Developer di DUMET School! Kamu akan belajar langsung dari instruktur yang paham praktik di dunia kerja, dan bisa bantu kamu membangun portofolio yang siap pakai!