AI sekarang sudah bisa membantu membuat website hanya dari sebuah prompt. Kita cukup menjelaskan tampilan yang diinginkan, lalu dalam waktu singkat AI bisa menghasilkan struktur halaman lengkap dengan kode HTML dan CSS. Kondisi ini akhirnya memunculkan pertanyaan baru bagi orang yang ingin belajar web development, apakah belajar HTML CSS masih worth it di era AI?

Jawabannya, masih. Bahkan memahami HTML dan CSS justru bisa membuat penggunaan AI untuk membuat website menjadi jauh lebih maksimal.

AI Bisa Membuat Kode, Tapi Kita Tetap Harus Memahaminya

Sekarang memang ada banyak AI yang mampu menghasilkan kode dalam hitungan detik. Misalnya, kamu meminta dibuatkan halaman landing page lengkap dengan bagian header, layanan, testimoni, dan kontak.

AI bisa langsung memberikan kodenya.

Masalahnya muncul ketika hasil tersebut tidak sesuai kebutuhan. Bisa saja posisi tombol kurang tepat, tampilannya berantakan di smartphone, ukuran tulisan terlalu besar, atau ada bagian yang ingin diubah.

Tanpa memahami HTML dan CSS, kita hanya bisa meminta AI memperbaikinya berulang kali tanpa benar-benar tahu apa yang sedang terjadi.

HTML Tetap Menjadi Fondasi Website

HTML atau HyperText Markup Language digunakan untuk menyusun struktur sebuah halaman website.

Judul, paragraf, gambar, tombol, menu, form, hingga berbagai elemen lainnya memiliki struktur HTML di baliknya.

Jadi meskipun kode HTML dibuat menggunakan AI, teknologi dasarnya tetap digunakan.

Dengan memahami HTML, kamu bisa membaca kode yang dihasilkan AI dan mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki atau dikembangkan.

CSS Membuat Website Lebih Menarik

Jika HTML berfungsi menyusun struktur, CSS digunakan untuk mengatur tampilannya.

Warna, ukuran teks, jarak antar elemen, posisi gambar, bentuk tombol, hingga tampilan responsif di smartphone dapat diatur menggunakan CSS.

AI memang bisa membuat CSS secara otomatis. Tapi pemahaman CSS akan sangat membantu ketika ingin melakukan kustomisasi yang lebih detail.

Misalnya kamu ingin mengubah tampilan hanya pada perangkat mobile tanpa mengganggu versi desktop. Daripada terus mencoba berbagai prompt, perubahan tersebut bisa dilakukan langsung jika memahami CSS.

Belajar Coding Sekarang Justru Bisa Lebih Mudah

Kehadiran AI tidak selalu berarti kemampuan coding menjadi tidak diperlukan. Sebaliknya, AI bisa dimanfaatkan sebagai teman belajar.

Saat menemukan kode yang tidak dipahami, kamu bisa meminta AI menjelaskannya dengan bahasa sederhana. Ketika terjadi error, AI juga bisa membantu mencari kemungkinan penyebabnya.

Dulu, pemula mungkin harus mencari jawaban dari banyak halaman forum. Sekarang proses tersebut bisa menjadi lebih cepat.

Tapi tetap penting untuk memahami jawaban yang diberikan, bukan sekadar melakukan copy-paste kode.

AI Tidak Selalu Memberikan Kode yang Tepat

Hal lain yang perlu dipahami adalah AI juga bisa melakukan kesalahan.

Kode yang dihasilkan mungkin terlihat benar, tetapi belum tentu menjadi solusi terbaik. Ada kemungkinan struktur HTML kurang rapi, CSS terlalu panjang, ada kode yang sebenarnya tidak dibutuhkan, atau tampilannya bermasalah pada ukuran layar tertentu.

Kemampuan dasar web development membantu kamu mengecek hasil tersebut sebelum digunakan pada website sungguhan.

HTML dan CSS Jadi Modal Belajar Teknologi Berikutnya

Belajar HTML CSS untuk pemula juga bukan tujuan akhir. Keduanya menjadi fondasi untuk mempelajari teknologi web yang lebih lanjut.

Setelah memahami HTML dan CSS, proses belajar JavaScript, Bootstrap, berbagai framework, hingga pengembangan website yang lebih kompleks akan terasa lebih masuk akal.

Kamu tidak hanya tahu cara membuat website, tapi juga memahami bagaimana setiap bagiannya bekerja.

Gunakan AI sebagai Alat Bantu

Daripada mempertanyakan apakah AI akan menggantikan HTML dan CSS, pendekatan yang lebih tepat adalah belajar menggunakan keduanya secara bersamaan.

Pahami dasar HTML dan CSS, kemudian manfaatkan AI untuk mempercepat pekerjaan. AI bisa membantu membuat kode awal, memberikan ide, mencari error, atau mengerjakan bagian yang repetitif. Setelah itu, kamu tetap memiliki kemampuan untuk mengecek dan mengubah hasilnya sesuai kebutuhan.

Kombinasi kemampuan coding dan AI justru bisa membuat proses pembuatan website menjadi jauh lebih efisien.

Kesimpulan

Jadi, apakah belajar HTML CSS masih worth it di era AI? Jawabannya masih sangat worth it. AI memang mampu menghasilkan kode dengan cepat, tetapi memahami HTML dan CSS membuat kamu tidak sepenuhnya bergantung pada hasil yang diberikan AI. Kamu bisa membaca, mengecek, memperbaiki, dan mengembangkan website sesuai kebutuhan.

Bagi kamu yang ingin mulai belajar membuat website dengan fondasi yang lebih kuat, DUMET School menyediakan berbagai pilihan kursus website. Kamu bisa mempelajari proses pembuatan website secara bertahap dari dasar hingga praktik, sehingga bukan hanya bisa menggunakan bantuan AI, tapi juga memahami kode dan teknologi yang bekerja di balik website tersebut.