Halo teman-teman, ketemu lagi dengan saya, pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai Perbedaan Lensa IS dan Non IS.
Bagi teman-teman yang mempunyai kamera pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya lensa IS dan Non IS, namun apakah teman tau maksud dari lensa IS dan Non IS itu apa ? Untuk lebih jelasnya silahkan simak uraian berikut.
Lensa IS (Image Stabilizer) adalah lensa yang dilengkapi teknologi dengan sistem peredam getar, sehingga saat dipakai memotret dengan shutter speed rendah bisa didapat hasil foto yang tetap tajam. Karena dengan getaran sedikit saja bisa merusak hasil foto alias menjadi blur. Getaran tersebut biasanya terjadi akibat gerakan tangan atau karena lensa terlalu panjang. Sistem IS ini mendeteksi getaran dan melakukan kompensasi sehingga hasil foto tetap tajam.
Fitur IS ini bisa dinonaktifkan misalnya saat memakai speed tinggi atau saat memakai tripod. Lensa dengan fitur IS tentu lebih membantu dalam mendapat hasil foto yang tajam, lensa ini juga memiliki komponen elektronik tambahan sehingga menyebabkan harganya menjadi lebih mahal. Misal lensa EF 70-200mm f/4 dengan IS harganya sekitar 11 juta, maka lensa serupa tanpa fitur IS harganya 7,5 jutaan. Fitur IS lebih dibutuhkan pada lensa dengan bukaan diafragma kecil, atau lensa dengan fokal yang cukup panjang (diatas 50mm).
Dari penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa kode Non IS berarti lensa ini tanpa Image Stabilizer. Lensa ini bisa dikatakan lensa dengan spesifikasi paling rendah dan harga pun lebih murah. Jadi ketika teman-teman mengambil gambar maka getaran pada kamera dan lensa akan terasa, getaran tersebut yang dapat menyebabkan hasil foto agak buram. Jika teman-teman ingin menggunakan lensa Non IS diperlukan latihan agar bisa menyesuaikan lensa dengan setting kamera terutama dalam pengaturan speed.
Nah itulah penjelasan mengenai Perbedaan Lensa IS dan Non IS, sampai disini pertemuan kali ini semoga bisa bermanfaat, sampai ketemu dilain kesempatan 🙂